interaksimenimbulkan kedekatan hubungan antara atasan dan bawahan. Kata kunci: Interaksi Simbolik, Pikiran, Diri, Masyarakat Komunikasi antara atasan dan bawahan dalam suatu perusahaan merupakan . 124 WACANA, Volume 18 No. 1, Juni 2019, hlm. 122 - 130 yang dilaksanakan oleh pimpinan terhadap bawahan (downward communication)
communication dan komunikasi dri bawah ke atas (upward communication) yaitu komunikasi antara pimpinan antara bawahan dengan pimpinan.(2007:92) Proses penyampaian informasi melalui saluran komunikasi formala dalam konteks komunikasi vertikal di lakukan dalam kondisi kerja. Sedangkan menurut Effendy dalam bukunya yang berjudul Hubungan
Komunikasikepemimpinan memiliki fungsi informatif, yang artinya proses pertukaran informasi atau ide antara atasan dan bawahan harus terlaksana dengan baik. Komunikasi kepemimpinan juga berfungsi dalam menjalankan regulasi dalam perusahaan atau organisasi. Komunikasi kepemimpinan fungsi persuasif adalah membuat pemimpin bisa memberikan
Tujuanutama dari komunikasi dengan bawahan adalah mengidentifikasi, menciptakan dan menjalin hubungan timbal balik yang menguntungkan antara pimpinan dengan bawahan. Komunikasi yang efektif ditentukan oleh pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, yaitu pimpinan dan bawahan. Pimpinan harus dapat memfasilitasi kondisi komunikasi interpersonal
terhadaprasa kepercayaan dan kepusan untuk menentukan kerja kinerja bawahan atau karyawan. Komunikasi antara atasan dan bawahan sangat penting dalam organisasi karena dengan komunikasi berpengaruh untuk kelangsungan organisasi. Adanya hubungan komunikasi antara atasan dan bawahan yang efektif dapat
takatau hubungan antara pimpinan dengan kar-yawan. Kontak ini dapat dilakukan dengan percakapan sehari-hari baik formal maupun infor-mal. Kontak ini disebut komunikasi, dimana me-rupakan aktivitas dasar manusia. Pentingnya komunikasi dengan manusia adalah suatu hal yang tidak dapat dipungkiri manusia. Masyarakat hanya mugkin tumbuh dan
Teoriyang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Gaya Kepemimpinan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa : Komunikasi keatas yang terjalin antara pimpinan dengan bawahan pada kantor Kecamatan Kakas belum berjalan dengan baik/belum berjalan lancar karena pimpinan tidak sering berinteraksi dengan mereka, serta pimpinan tidak memiliki hubungan
danbawahan dengan metode penyampaian yang terarah dari suatu atasan ke bawahannya yang semata-mata semua berorientasi berdasarkan organisasi. Indosat Ooredoo (lengkapnya PT Indosat Tbk., sebelumnya bernama Indosat) terkait dengan topik penelitian yaitu Hubungan Antara Gaya Komunikasi Pimpinan Dan Produktivitas Kinerja Karyawan.
1 hubungan antara pimpinan dengan bawahan disebut komunikasi? 2. Hubungan antara bawahan/pemimpin disebut komunikasi? 3. Media komunikasi pendengaran secara tradisional adalah? 4. Media komunikasi visual adalah? 5. Media komunikasi audio adalah? 6. Media komunikasi audio visual adalah? 7. Proses komunikasi dengan media masa adalah? 8.
Disini sama sekali tidak boleh ada faktor pribadi yang melatar belakangi pemberian perintah tersebut. 2) Bawahan yang menerima perintah harus segera melaporkan kepada atasan langsungnya mengenai perintah yang diterimanya dan tindakan, langkah atau usaha yang dilakukannya berkenaan dengan perintah itu. Dengan dua langkah tambahan tersebut, maka
12IgK. Jakarta, NU Online Hubungan komunikasi dalam pekerjaan antara atasan dan bawahan tidak dapat dihindarkan. Penggunaan komunikasi yang baik akan menjadikan hubungan yang baik pula. Untuk itu, NU Online telah menghimpun cara membangun komunikasi yang baik antara atasan bos dengan bawahan staf. Pada artikel yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Medan Area menyebutkan cara pertama yaitu mengembangkan keterampilan mendengarkan yang baik. Ini terutama ketika berkomunikasi dengan bawahan atau rekan kerja. “Anda harus dapat mendengarkan apa yang mereka katakan dan membuat mereka memahami hal-hal yang ingin Anda sampaikan. Tentu saja, Anda juga harus dapat memahami apa yang mereka coba katakan, sehingga Anda dapat membuat mereka mengerti dengan cara yang lebih baik,” tulis artikel itu. Kedua, perjelas semuanya. Hal ini perlu dilakukan jika ingin berkomunikasi dengan staf, sehingga jangan pernah meninggalkan hal-hal yang tidak jelas. Jadilah spesifik tentang hal-hal yang ingin disampaikan. “Jika Anda tidak tahu persis apa yang mereka maksud dengan memanggil seorang karyawan, misalnya, cukup beri tahu mereka arti sebenarnya dari kata-kata itu. Mereka akan tahu apa yang anda ingin mereka ketahui karena mereka memahami arti kata-kata yang anda gunakan,” jelasnya. Ketiga, hindari percakapan yang sulit dipahami. Saat berkomunikasi dengan staf, pastikan sudah menjelaskan dengan baik dan terbuka. Misalnya, ketika Anda memberikan instruksi kepada karyawan, selalu gunakan istilah yang pasti, daripada menggunakan kata-kata seperti selalu’ atau tidak pernah’. “Orang yang tidak memahami sesuatu dengan baik cenderung sulit memahaminya. Jadi, penting bagi Anda untuk menjaga komunikasi antara atasan dan staf tetap sederhana,” tulis artikel tersebut. Keempat, hendaknya mengetahui bagaimana mengajukan pertanyaan. Saat berbicara dengan karyawan pastikan untuk mengajukan pertanyaan yang tepat kepada mereka. “Anda tidak perlu melontarkan banyak pertanyaan kepada mereka, yang paling penting adalah mengajukan pertanyaan yang akan membantu mereka memahami arahan yang anda coba berikan kepada mereka,” terangnya. Portal resmi Kementerian Keuangan juga menyebutkan bahwa seorang pemimpin harus lebih memperhatikan komunikasi dengan bawahannya dan memahami cara mengambil kebijakan-kebijakan terhadap bawahannya. “Keberhasilan organisasi dilandasi oleh perencanaan yang tepat, dan seorang pimpinan yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Kedua hal tersebut merupakan modal utama kemajuan organisasi yang dipimpinnya,” tulisnya. Kontributor Afina Izzati Editor Musthofa Asrori
Memahami 5 gaya komunikasi kepemimpinan yang lazim digunakan kinerja karyawan suatu perusahaan dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah dari gaya komunikasi pemimpin pada organisasi atau perusahaan, dan intensitas komunikasi antara pimpinan dengan bawahan. Kepemimpinan adalah kegiatan yang mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap dan perilaku orang lain, agar melakukan kegiatan atau pekerjaan untuk mencapai tujuan yang akan dicapai seorang pemimpin. Konsep hubungan atasan dengan bawahan bersandar kuat pada perbedaan dalam otoritas, yang diterjemahkan menjadi perbedaan dalam status, hak, dan pengawasan. Kualitas komunikasi antara bawahan dengan atasan merupakan fungsi dari hubungan antar personal yang dibangun di antara mereka dan bagaimana hubungan ini memenuhi bawahan. Dalam hal komunikasi kepemimpinan sendiri terdapat banyak jenis atau gaya yang dapat diterapkan. Biasanya gaya komunikasi kepemimpinan dipengaruhi oleh kepribadian personal dari pemimpin dan gaya kepemimpinannya dalam menjalankan suatu organisasi atau perusahaan. Gaya kepemimpinan ini biasanya didasarkan oleh beberapa pola dasar yakni mementingkan hubungan kerja sama, mementingkan pelaksanaan pekerjaan dan mementingkan hasil dari pekerjaan. Untuk mengetahui berbagai jenis komunikasi kepemimpinan, Berikut adalah contoh gaya komunikasi kepemimpinan yang lazim digunakan 1. Gaya Controlling Gaya komunikasi kepemimpinan model ini mementingkan kendali atas organisasi atau perusahaan. Pemimpin dengan gaya komunikasi controlling akan membatasi dan cenderung mengatur perilaku, pikiran dan tanggapan bawahannya. Komunikasi yang terjalin dalam gaya komunikasi ini adalah komunikasi satu arah yang berasal dari atasan ke bawahan. Komunikasi satu arah ini dilakukan pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya untuk melakukan tugas sesuai dengan perintahnya. 2. Gaya Equalitarian Gaya komunikasi kepemimpinan jenis ini mengedepankan aspek kesamaan dalam komunikasi. Komunikasi kepemimpinan jenis ini melakukan penyebaran informasi atau ide dengan arus dua arah, baik dari atasan ke bawahan maupun sebaliknya. Komunikasi kepemimpinan jenis ini dilakukan secara terbuka yang berarti setiap anggota organisasi atau perusahaan berhak mengemukakan pendapat. Pemimpin akan memberikan ruang bagi bawahannya untuk memberikan pendapat perhadap pengambilan keputusan organisasi atau perusahaan. Komunikasi berjalan santai dan tanpa intimidasi. Dalam gaya komunikasi kepemimpinan ini, pemimpin memiliki kemampuan dalam menjalin hubungan yang baik sehingga timbul keterbukaan antara atasan dan bawahan maupun antar bawahan. Pemimpin mampu membangun komunikasi baik formal maupun non formal dengan anggota dari organisasi atau yang nantinya membuka kesempatan bagi tiap anggota untuk bertukar informasi dan gagasan. 3. Gaya Struktural Dalam gaya komunikasi kepemimpinan ini, pemimpin memberikan informasi yang bertujuan untuk pemantapan perintah penugasan, jadwal penugasan dan struktur organisasi atau perusahaan. Pada gaya komunikasi ini, pemimpin mencoba mempengaruhi bawahan dengan cara memberikan informasi terkait tujuan, penjadwalan kerja, aturan kerja, prosedur kerja dalam organisasi atau perusahaan. Gaya komunikasi kepemimpinan jenis ini akan berjalan efektif dan bermanfaat bagi organisasi atau perusahaan bila dijalankan dengan benar. Ahli komunikasi bernama Stogdill dan Coons menjelaskan bahwa struktur inisiator bisa menjadi gaya kepemimpinan yang efektif. Inisiator struktur ini adalah mereka yang mampu membuat perencanaan informasi atau pesan verbal yang bisa memantapkan tujuan organisasi, struktur organisasi, deskripsi penugasan kerja dan pertanyaan pertanyaan lain yang bersifat struktural. 4. Gaya Dinamis Komunikasi kepemimpinan gaya dinamis ini artinya pelaku komunikasi akan bersikap lebih agresif dalam menyampaikan dan menangkap pesan. Dalam gaya ini, baik pemimpin dan bawahan sadar betul bahwa lingkungan organisasi atau perusahaan mereka dinamis sehingga berfokus pada tindakan. Gaya komunikasi kepemimipinan jenis ini bertujuan untuk merangsang pegawai untuk bekerja lebih cepat dengan hasil yang lebih baik. Dalam suasana kerja yang dinamis, gaya komunikasi kepemimpinan ini cocok untuk menyelesaikan masalah-masalah yang kritis. Gaya komunikasi kepemimpinan ini dapat berjalan baik bila pemimpin dan karyawan memiliki cukup kemampuan dalam bekerja dan menyelesaikan masalah kritis di lingkungan yang dinamis. 5. Gaya Relinqushing Dalam gaya komunikasi kepemimpinan ini, pemimpin memiliki sifat bersedia dalam menerima saran atau ide dari orang lain. Pemimpin bersedia menurunkan keinginannya dalam memberi perintah dan mengatur karyawannya. Gaya komunikasi kepemimpinan jenis ini bisa efektif jika pemimpin bekerja dalam organisasi atau perusahaan yang berisi orang-orang yang sudah berpengalaman, berpengetahuan luas dan mampu bertanggung jawab atas setiap pekerjaannya. Recent Posts Skema Sertifikasi Klaster Pendampingan Kewirausahaan BNSP Pelatihan dan Sertifikasi Skema Klaster Pendampingan Kewirausahaan BNSP Untuk melindungi berbagai profesi personal di Indonesia dalam menghadapi pasar bebas ASEAN, Pemerintah membentuk BNSP Badan Nasional Sertifikasi Profesi, dan selanjutnya BNSP memberikan lisensi kepada LSP Lembaga Sertifikasi Profesi sesuai bidangnya. Pelatihan SDM yang secara resmi merupakan jejaring LSP Lembaga Sertifikasi Profesi yang telah berlisensi oleh BNSP […] Read More Skema Sertifikasi Klaster Pelaksanaan Kewirausahaan BNSP Pelatihan dan Sertifikasi Skema Klaster Pelaksanaan Kewirausahaan BNSP Untuk melindungi berbagai profesi personal di Indonesia dalam menghadapi pasar bebas ASEAN, Pemerintah membentuk BNSP Badan Nasional Sertifikasi Profesi, dan selanjutnya BNSP memberikan lisensi kepada LSP Lembaga Sertifikasi Profesi sesuai bidangnya. Pelatihan SDM yang secara resmi merupakan jejaring LSP Lembaga Sertifikasi Profesi yang telah berlisensi oleh BNSP […] Read More Sertifikasi BNSP Tenaga Pemasar Area Kerja Manajerial Layanan Pelatihan dan Sertifikasi Skema Okupasi Tenaga Pemasar Manajerial Layanan BNSP Untuk melindungi berbagai profesi personal di Indonesia dalam menghadapi pasar bebas ASEAN, Pemerintah membentuk BNSP Badan Nasional Sertifikasi Profesi, dan selanjutnya BNSP memberikan lisensi kepada LSP Lembaga Sertifikasi Profesi sesuai bidangnya. Pelatihan SDM yang secara resmi merupakan jejaring LSP Lembaga Sertifikasi Profesi yang telah berlisensi […] Read More
Abstract Gaya Komunikasi Pemimpin dan Motivasi Kinerja menjadi penting peranannya dalam meningkatkan Kinerja Pegawai, namun fakta menunjukkan perbedaan yaitu terjadi ketimpangan dari ketiganya, sehingga semuanya menjadi tidak jelas. Jenis penelitian terpilih metode kualitatif, dengan jenis data primer data utama dan didukung data sekunder, teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi peneliti, interview guide, recorder, kamera dan field note. Teknik dalam menentukan informan menggunakan snowball sampling. Analisa data digunakan reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Teknik triangulasi digunakan untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian gaya komunikasi pemimpin berbentuk The Controlling style, ditandai dengan adanya maksud untuk membatasi, memaksa dan mengatur perilaku, pemikiran dan tanggapan orang lain, dikenal sebagai komunikasi satu dan pada umumnya dalam bentuk kritik. Sedangkan motivasi kerja pegawai kurang baik. Faktor pendukung meliputi motivasi kerja yang lahir dari internal pegawai, tingkat pendidikan dan pengalaman pegawai, komunikasi antar pegawai yang berjalan dengan baik, lingkungan kerja yang nyaman, sarana dan pra-sarana yang memadai dan tingginya partisipasi dari masyarakat. Faktor penghambat ialah gaya komunikasi pemimpin yang kurang efektif dan adanya gap antara lurah dan pegawai. Maka menimbulkan dampak ; koordinasi antara pimpinan dan bawahan tidak berlangsung dengan baik, hubungan antara pimpinan dan bawahan menjadi kurang harmonis. Kata Kunci Gaya Komunikasi Pemimpin, Motivasi Kerja