DramaBahasa Jawa ''Ande-ande Lumut'' Skenario Drama “Ande-ande Lumut” Prolog (Musik 1 : prolog) Kadadosan ing Negari ingkang gemah ripah loh jinawi , tata tentrem kerta raharja . wonten salah sawijining pangeran ingkang gesangipun sarwe kacekapan . pangeran kala wau inggih punika putra mahkota ingkang bade nglajengake tahta kerajaan . DiJawaTengah dan Jawa Timur misalnya adalah dongengAnde-Ande Lumut .. Sri Tanjung atau juga dikenaldengan kisah Banyuwangi (Bahasa Jawa untuk "air yang harum") adalah sebuah kisah dongengdalam khazanah kebudayaan Jawa mengenai .. . contoh dongeng fabel versi bahasa jawa, . contohdongeng bahasa sunda, contoh dongeng fabel, contoh dongeng RondhoDhadhapan, lajeng dipek anak lan dijenengi Ande-ande Lumut. Mbok Rondho Dhadhapan golekna garwa kanggo Ande-nde Lumut kanthi cara nganakna . saembara nyanyi kang diarani “Sinden Idol”. Sing melu saembara yaiku SOAL BAHASA JAWA KELAS 9 Kanggo soal nomor 1 nganti 50, pilihen salah siji wangsulan kang paling bener! Search Kisah Selir Kerajaan. P), dan Cha Seoeun Raja Putra dan kedua istrinya tadi hidup di dalam istana yang sangat megah dan damai Kisah Hidup 6 Permaisuri ‘Ratu’ Kerajaan Tercantik di Dunia wartainfo 5 tahun ago 21231 Permaisuri Raja Paling Cantik di Dunia - Walaupun tugas utama mereka adalah mendampingi raja, sosok para permaisuri ini tak lantas tenggelam di AndeAnde Lumut yang bercerita tentang bagaimana kisah cintanya dengan Klenting Kuning berkembang di tengah masyarakat. Dikutip PORTAL JEMBER dari salah satu unggahan video di Kanal YouTube Dongeng Kita pada 1 Maret 2021, berikut cerita rakyat Jawa Timur yang berjudul Ande Ande Lumut. Dahulu kala berdirilah kerajaan besar di wilayah Jawa Search Kisah Selir Kerajaan. 4 Kisah Cinta Terlarang yang Bikin Geger Dunia TOPIK TREND, 16/07/2017 Pouw Cin dan Bun Houw juga ikut mendengarkan kisah yang diceritakan secara menarik sekali oleh gadis yang pandai bicara dan lincah itu Pada zaman dahulu, di wilayah Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Jenggala Kali publik ini dihebohkan Ande– Ande Lumut. Alkisah di sebuah Negara yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo, tinggallah seorang pangeran yang hidup serba berkecukupan. Pangeran tersebut adalah putra mahkota yang akan menggantikan tahta berikutnya. Akan tetapi, pangeran tadi tidak puas dengan kehidupan yang serba berkecukupan. Tepatnyadidesa Kemawi kecamatan Sumowono kabupaten Semarang, seperti namanya keberadaan air terjun ini tak lepas dari legenda ande ­ande lumut dan klenting kuning. Air terjun ini konon merupakan tempat bertapa Dewi Galuh Condro Kirono ( nama asli Klenting Kuning )sebelum bertemu dengan ande ande lumut. Andeande lumut bahasa jawa – Halo sahabat mudahdicari.com, kamarin kita sudah membahas kumpulan cerita rakyat bahasa jawa. Jika ada diantara kalian yang kurang dan masih haus akan cerita-cerita zaman dulu, di artikel ini penulis akan membahas lagi tentang cerita rakyat ande ande lumut bahasa jawa. Ada yang sudah tahu kan, cerita ande-ande TerimaKasih karena anda telah membaca artikel Cerita rakyat ande-ande lumut dalam bahasa jawa ini. di 18.18 - Label: Bahasa Jawa , Cerita rakyat , Jawa Timur - Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Jopjy8p. Kisah Legenda Ande Ande Lumut Jawa TimurANDE ANDE LUMUT adalah cerita legenda yang berasal dari Jawa. Kisah ini dikenal dalam berbagai versi. Versi yang banyak dikenal dan “tradisional” adalah yang mengaitkannya dengan bersatunya kembali KERAJAAN JENGGALA dan KEDIRI. Ande Ande Lumut adalah nama samaran seorang pangeran yang bernama asli PANJI ASMARABANGUN dari Kerajaan Jenggala. Menurut cerita, Panji Asmarabangun melakukan penyamaran karena ingin mencari istrinya yang telah pergi meninggalkan kala dikisahkan berdirilah dua buah kerajaan kembar, yaitu KERAJAAN JENGGALA yang dipimpin oleh RAJA JAYENGNEGARA dan KERAJAAN KEDIRI yang dipimpin oleh RAJA JAYENGRANA. Menurut cerita, dahulunya kedua kerajaan tersebut berada dalam satu wilayah yang bernama KAHURIPAN. Sesuai dengan pesan AIRLANGGA sebelum meninggal, kedua kerajaan tersebut harus disatukan kembali melalui suatu ikatan pernikahan untuk menghindari terjadinya peperangan di antara PANJI ASMARABANGUN putra Jayengnegara dinikahkan dengan SEKARTAJI Putri Jayengrana.Pada suatu ketika, Kerajaan Jenggala tiba-tiba diserang oleh kerajaan musuh. Di saat pertempuran sengit berlangsung, Putri Dewi Sekartaji melarikan diri dan bersembunyi ke sebuah desa yang jauh dari Jenggala. Untuk menjaga keselamatan jiwanya, ia menyamar sebagai gadis kampung dan mengabdi kepada seorang janda yang kaya raya bernama NYAI INTAN. Nyai Intan mempunyai tiga orang putri yang cantik dan genit. Mereka adalah Kleting Abang putri sulung, Kleting Ijo, dan si bungsu Kleting Nyai Intan, Dewi Sekartaji diangkat menjadi anak dan diberi nama KLETING KUNING. Di rumah Nyai Intan, Kleting Kuning selalu disuruh mengerjakan seluruh perkerjaan rumah seperti memasak, mencuci, dan membersihkan rumah. Ia sering dibentak oleh Nyai Intan dan diperlakukan tidak senonoh oleh ketiga kakak angkatnya. Bahkan, ia terkadang diberi makan sehari satu kali oleh ibu itu, di Kerajaan Jenggala, Panji Asmarabangun bersama pasukannya berhasil memukul mundur pasukan musuh. Namun, ia sangat sedih karena istrinya telah pergi meninggalkan istana Jenggala dan tidak ditahui keberadaannya. Setelah keadaan di Kerajaan Jenggala kembali tenang dan aman, sang Pangeran memutuskan untuk mencari istrinya. Namun sebelum itu, ia memerintahkan beberapa pengawalnya untuk mencari jejak kepergian istrinya. Suatu sore, ketika ia sedang duduk di pendopo istana, datanglah seorang pengawalnya untuk menyampaikan laporannya.“Ampun, Baginda! Hamba ingin menyampaikan berita gembira untuk Baginda,” lapor pengawal itu.“Apakah kamu telah mengetahui keberadaan istriku?” tanya Panji Asmarabangun dengan tidak sabar.“Ampun, Baginda! Hamba hanya menemukan seorang gadis yang mirip dengan isti Baginda di sebuah dusun. Namun, hamba belum yakin dia itu istri Baginda, karena ia hanya seorang gadis kampung yang bekerja sebagai pembantu pada seorang janda kaya,” jelas pengawal laporan itu, sang Pangeran pun memutuskan untuk menyamar menjadi seorang pangeran tampan yang sedang mencari jodoh. Keesokan harinya, berangkatlah ia bersama beberapa orang pengawalnya ke Desa Dadapan yang berada di dekat Sungai Bengawan Solo, Lamongan. Desa itu berseberangan dengan desa tempat tinggal Kleting desa itu, Panji Asmarabangun menyamar dengan nama Ande Ande Lumut dan tinggal di rumah seorang janda tua bernama Mbok Randa. Beberapa hari kemudian, ia pun memerintahkan para pengawalnya agar pengumuman sayembara mencari jodoh itu segera disebarkan kepada seluruh pelosok desa. Dalam waktu singkat, berita tentang pelaksanaan sayembara itu tersebar hingga ke desa seberang, desa tempat tinggal Kleting Kuning. Betapa senangnya hati Kleting Abang, Ijo, dan Biru mendengar kabar itu. Mereka akan berdandan secantik-cantiknya untuk menaklukkkan hati sang Pangeran Tampan, Ande Ande Lumut.“Asyik… Asyik…!!! Kita akan berdandan secantik-cantiknya. Kalau salah seorang di antara kita menjadi putri raja, ibu pasti akan senang,” kata Kleting hari sayembara itu dimulai, Kleting Abang, Ijo, dan Biru pun segera berdandan dengan sangat mencolok. Mereka mengenakan pakaian yang paling bagus dan perhiasan yang indah. Saat mereka sedang asyik berdandan, Kleting Kuning mendekati mereka.“Wah, kalian cantik sekali!” puji Kleting Kuning.“Hai, Kleting Kuning! Apakah kamu ingin mengikuti sayembara juga?” tanya Kleting Abang.“Ah, tidak mungkin! Baju pun kamu tak punya. Apakah kamu mau ikut sayembara dengan baju seperti itu?” sahut Kleting Ijo dengan mencela.“Benar, kamu tidak pantas ikut sayembara ini! Lebih baik kamu di rumah mengurus semua pekerjaanmu. Ayo, pergilah ke sungai mencuci semua pakaian kotor itu!” seru Kleting Biru sambil menunjuk ke pakaian ganti mereka yang sudah Kuning segera mengumpulkan pakaian kotor itu lalu pergi ke sungai. Sebenarnya, ia pun tidak tertarik untuk mengikuti sayembara itu, karena ia masih teringat kepada suaminya, Panji Asmarabangun. Ia akan selalu setia kepada suaminya meskipun belum mendengar kabar tentang keadaannya apakah masih hidup atau sudah tewas dalam ia sedang mencuci di sungai, tiba-tiba seekor burung bangau datang menghampirinya. Anehnya, burung bangau itu dapat berbicara layaknya manusia dan kedua kakinya mencengkram sebuah cambuk.“Wahai, Tuan Putri! Pergilah ke Desa Dedapan mengikuti sayembara itu! Di sana Tuan Putri akan bertemu dengan Panji Asmarabangun. Bawalah cambuk ini! Jika sewaktu-waktu Tuan Putri membutuhkan pertolongan, Tuan Putri boleh menggunakannya,” ujar sang burung bangau seraya meletakkan cambuk itu di atas batu di dekat Kleting sempat Kleting Kuning berkata apa-apa, burung bangau itu sudah terbang ke angkasa dan seketika itu pula menghilang dari pandangan mata. Tanpa berpikir panjang lagi, Kleting Kuning pun segera kembali ke rumah dan bersiap-siap berangkat menuju Desa itu, ketiga saudara dan ibu angkatnya telah berangkat terlebih dahulu. Kini mereka telah sampai di tepi Sungai Bengawan Solo. Mereka kebingungan, karena harus menyeberangi sungai yang luas dan dalam itu, sementara tak satu pun perahu yang tampak di tepi sungai.“Bu, bagaimana caranya kita menyeberangi sungai ini?” tanya Kleting Ijo kebingungan.“Iya, Bu! Apa yang harus kita lakukan?” tambah Kleting Biru.“Hai, coba lihat itu! Makhluk apa itu?” seru Kleting terkejutnya Nyai Intan dan ketiga putrinya ketika mengetahui bahwa makhluk itu adalah seekor kepiting raksasa yang sedang terapung di atas permukaan air. Menurut cerita, kepiting raksasa yang bernama YUYU KANGKANG itu adalah utusan Ande Ande Lumut untuk menguji para peserta sayembara yang melewati sungai itu.“Hai, Kepiting Raksasa! Maukah kamu membantu kami menyeberangi sungai ini?” pinta Kleting Abang. Yuyu Kangkang tertawa lebar.“Ha… ha… ha…!!! Aku akan membantu kalian, tapi kalian harus memenuhi satu syarat,” ujar Yuyu Kangkang.“Apakah syaratmu itu, hai Kepiting Raksasa? Katakanlah!” desak Kleting Ijo. “Apapun syaratmu, kami akan memenuhinya asalkan kami dapat menyeberangi sungai ini.”“Kalian harus menciumku terlebih dahulu sebelum aku mengantar kalian ke seberang sungai,” kata Yuyu Kleting Abang dan kedua adiknya menerima persyaratan Yuyu Kangkang. Satu persatu mereka mencium si Yuyu Kangkang. Setelah itu, Yuyu Kangkang pun mengantar mereka ke seberang beberapa saat kemudian, Kleting Kuning juga tiba di tepi sungai. Ketika Yuyu Kangkang mengajukan persyaratan yang sama, yaitu meminta imbalan ciuman, Kleting Kuning menolaknya. Ia tidak ingin menghianati suaminya. Meski ia tidak mau memenuhi syarat itu, ia tetap memaksa si Yuyu Kangkang untuk membantunya menyeberangi sungai. Berkali-kali Kleting Kuning memohon, namun kepiting raksasa itu tetap menolak, kecuali Kleting Kuning mau memenuhi syarat Kuning pun mulai habis kesabarannya. Ia segera memukulkan cambuknya ke sungai dan seketika itu pula air Sungai Bengawan Solo menjadi surut. Melihat hal itu, Yuyu Kangkang menjadi ketakutan dan segera menyeberangkan Kleting Kuning, dan bahkan sekaligus mengantarnya hingga sampai di Desa di rumah Nyai Intan, Kleting Kuning bertemu dengan ketiga saudara dan ibu angkatnya. Tak berapa lama kemudian, sayembara pun dimulai. Secara bergiliran, Kleting Abang dan kedua adiknya menunjukkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya di hadapan Ande Ande Lumut. Namun, tak seorang pun di antara mereka yang dipilih oleh Ande Ande Lumut. Melihat hal itu, Nyai Intan pun berlutut memohon kepada Ande Ande Lumut agar memilih salah satu putrinya untuk dijadikan permaisuri.“Ampun, Pangeran! Hamba mohon, terimahlah salah seorang dari ketiga putriku ini! Kurang cantik apalagi mereka dengan dandanan yang sebagus itu?” iba Nyai Intan. Ande Ande Lumut hanya tersenyum.“Memang benar, ketiga putri Nyai cantik semua. Tapi, aku tetap tidak akan memilih seorang pun dari mereka,” kata Ande Ande Lumut tanpa memberikan alasan.“Pengawal! Tolong panggilkan gadis yang berbaju kuning itu kemari!” seru Ande Ande Lumut sambil menunjuk ke arah seorang gadis yang duduk paling gadis yang ditunjuk oleh Ande Ande Lumut itu adalah Kleting Kuning. Ketika Kleting Kuning menghadap kepadanya, pangeran tampan itu bangkit dari singgasananya.“Aku memilih gadis ini sebagai permaisuriku,” kata Ande Ande terkejutnya semua orang yang hadir di tempat itu, terutama Nyai Intan dan ketiga putrinya.“Ampun, Pangeran! Kenapa Pangeran lebih memilih gadis yang tak terurus itu dari pada ketiga putriku yang cantik dan menarik ini?” tanya Nyai Intan ingin Ande Lumut kembali tersenyum, lalu berkata“Wahai, Nyai Intan! Ketahuilah, aku tidak memilih seorang pun dari putrimu, karena mereka bekas’ si Yuyu Kangkang. Aku memilih gadis ini, karena dia lulus ujian, yakni menolak untuk mencium si Yuyu Kangkang,” jelas Ande Ande penjelasan itu, Nyai Intan dan ketiga putrinya baru sadar bahwa mereka ditolak oleh Ande Ande Lumut karena tidak lulus ujian. Sementara itu, Kleting Kuning masih kebingungan, karena belum menemukan suaminya. Namun, setelah Ande Ande Lumut membongkar penyamarannya bahwa dirinya adalah Panji Asmarabangun, barulah Kleting Kuning sadar. Dengan cambuk sakti pemberian si burung bangau, ia segera mengubah dirinya menjadi seorang putri yang cantik jelita. Panji Asmarabangun baru sadar ternyata Klenting Kuning adalah istrinya, Dewi sepasang suami istri yang saling mencintai itu bertemu kembali dan hidup berhagia. Sebagai ucapan terima kasih kepada Mbok Randa, Panji Asmarabangun membawanya serta tinggal di istana Jenggala. Sementara Nyai Intan dan ketiga putrinya kembali ke desanya dengan perasaan kecewa dan malu. 100% found this document useful 8 votes14K views7 pagesDescriptionteks drama ande ande lumutCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 8 votes14K views7 pagesTeks Drama Ande LumutJump to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Yakin sudah tahu cerita rakyat Ande Ande Lumut dan dapat menceritakannya kembali kepada anak-anakmu nanti? Mending kamu simak sinopsis beserta penjelasan tentang unsur intrinsik, pesan moral, dan fakta menarik dari kisah tersebut di artikel berikut!Sebagian besar orang Jawa barangkali sudah sangat familier dengan cerita rakyat Ande Ande Lumut. Akan tetapi, bisa jadi tidak banyak yang tahu apa yang ada di balik populernya legenda dari daerah Jawa Timur artikel ini, kami memaparkan ringkasan cerita Ande Ande Lumut yang mengungkap pula tentang bagaimana naskah tentang kisah cintanya dengan Klenting Kuning berkembang di tengah masyarakat. Selain itu, kami juga menyediakan informasi mengenai unsur intrinsik dan fakta menarik dari kisah penasaran karena ingin segera menceritakannya kepada anak, keponakan, atau siapa pun yang kamu pikir perlu mengetahui kisahnya, bukan? Kalau begitu tanpa perlu berlama-lama, langsung saja simak informasinya sebagai berikut!Cerita Rakyat Ande Ande Lumut Sumber Kisah Si Ande Ande Lumut – Nuansa Aulia Cerita rakyat Ande Ande Lumut dikaitkan dengan kerajaan kembar di Jawa Timur, yaitu Kerajaan Jenggala yang dipimpin Raja Jayengnegara dan Kediri yang dipimpin Raja Jayengrana. Konon pada dahulu kala, kedua kerajaan itu masih terletak dalam satu wilayah yang bernama Kahuripan. Alkisah sebelum Raja Airlangga, pendiri Kerajaan Kahuripan meninggal, ia sempat berpesan agar kedua kerajaan agar tidak berperang di kemudian hari. Caranya adalah melalui ikatan pernikahan. Kedua belah pihak pun berniat untuk menikahkan pangeran dan putri dari masing-masing kerajaan, yaitu Pangeran Kusumayuda Kediri dan Dewi Candrakirana Jenggala. Kerajaan Jenggala dan Kediri pun bersatu walau kekuasaannya masih terpisah. Hingga suatu hari, Kerajaan Jenggala diserang oleh musuh sehingga membuat Pangeran Kusumayuda terpaksa berpisah dari Dewi Candrakirana. Usaha Dewi Candrakirana Menyelamatkan Diri Pertempuran sengit terjadi segera setelah musuh memasuki wilayah Kerajaan Jenggala. Akibatnya, Dewi Candrakirana berusaha melarikan diri, bahkan tanpa sempat bertemu atau berpamitan dengan suaminya. Agar musuh tidak menemukan keberadaannya, Dewi Candrakirana pergi jauh dari Jenggala dan bersembunyi di sebuah desa. Di sana, ia menyamar menjadi gadis kampung dan hidup mengabdi pada janda kaya yang dikenal sebagai Nyai Intan. Nyai Intan memiliki tiga orang putri, yaitu Kleting Abang, Kleting Ijo, dan Kleting Biru. Lantaran tinggal bersama keluarga Nyai Intan, Dewi Candrakirana diangkat anak dan diberi nama Kleting Kuning, yang tugasnya adalah mengerjakan seluruh pekerjaan rumah. Ia rela disuruh memasak, mencuci, membersihkan setiap sudut rumah, termasuk dirundung oleh saudari-saudari angkatnya. Bukan itu saja, ia juga hanya mendapatkan makanan satu kali dalam sehari. Pangeran Kusumayuda Mencari Permaisurinya Sementara itu di Kerajaan Jenggala, Pangeran Kusumayuda berhasil mengalahkan musuh. Sayangnya, ia justru bersedih lantaran mengetahui sang permaisuri meninggalkan istana dan tidak diketahui di mana keberadaannya. Sang Pangeran pun mengutus seseorang untuk mencari ke mana Dewi Candrakirana berada. Hingga tak lama setelahnya, utusan itu melaporkan bahwa ia melihat seorang wanita di sebuah desa yang wajahnya sangat mirip dengan Dewi Candrakirana. “Baginda, hamba ingin menyampaikan berita gembira,” kata utusan tersebut. “Apakah kau berhasil menemukan di mana istriku berada?” Tanya Pangeran Kusumayuda. “Hamba menemukan seorang gadis yang mirip dengan Baginda Permaisuri, tetapi hamba belum yakin apakah ia adalah Dewi Candrakirana atau bukan karena ia bekerja sebagai pesuruh di rumah seorang janda.” Mendengar hal itu, Sang Pangeran bermaksud membuktikan sendiri siapa sosok yang dilihat orang utusannya dengan menyamar sebagai pemuda desa. Ia pun mengganti namanya menjadi Ande Ande Lumut dan menumpang tinggal di rumah seorang perempuan tua. Beberapa hari kemudian, ia meminta para pengawalnya menyebarkan sayembara ke seluruh pelosok desa. Isi sayembara itu adalah bahwa ada seorang pangeran yang sedang mencari calon istri. Kabar itu bahkan sampai di telinga Kleting Kuning dan keluarga Nyai Intan yang tinggal di desa seberang. Sayembara dan Pertemuan Para Kleting dengan Yuyu Kangkang Sumber Dongeng Ande Ande Lumut – Dongeng Kita Nyai Intan dan ketiga putrinya antusias mengikuti sayembara. Kleting Abang, Ijo, dan Biru pun berusaha untuk berdandan sedemikian rupa agar terlihat cantik dan mampu meluluhkan hati Sang Pangeran. Di sisi lain, Kleting Kuning tidak berniat untuk mengikuti sayembara karena merasa masih mempunyai suami, yakni Pangeran Kusumayuda. Sewaktu para Kleting lain pergi, ia justru berangkat ke sungai untuk mencuci baju. Ketika tengah mencuci, seekor burung bangau datang menghampirinya. Burung itu berbicara dan menyuruhnya untuk ikut sayembara. “Tuan Putri, pergilah ke tempat sayembara. Di sana, Tuan Putri akan bertemu dengan Pangeran Kusumayuda. Bawalah cambuk ini jika sewaktu-waktu Tuan Putri memerlukan pertolongan,” burung itu pergi usai meletakkan cambuk di dekat Kleting Kuning. Setelah itu, Kleting Kuning berlari pulang ke rumah dan bersiap untuk ikut sayembara. Sedangkan ibu dan tiga saudari angkatnya sudah sampai ke sebuah sungai dan tengah mencari cara untuk bisa menyeberanginya mengingat tidak ada satu perahu pun di sana. Tiba-tiba, mereka melihat seekor kepiting raksasa mengapung di permukaan air. Yuyu Kangkang namanya, makhluk yang sengaja diutus Ande Ande Lumut untuk menguji wanita-wanita yang hendak ikut sayembara. Nyai Intan dan para Kleting meminta agar Yuyu Kangkang mau menyeberangkan mereka. Akan tetapi, Yuyu Kangkang mengajukan syarat agar para wanita itu mau menciumnya jika ingin diantar ke seberang sungai. “Apa pun syaratmu akan kami penuhi, asalkan kami sampai ke seberang sungai,” kata salah satu Kleting. Kedatangan Kleting Kuning dan Pertemuannya dengan Pangeran Para Kleting dan Nyai Intan sudah berhasil menyeberangi sungai. Tak berapa lama kemudian, Kleting Kuning sampai di sungai dan ia juga meminta bantuan kepada Yuyu Kangkang. Kepiting raksasa itu mengajukan tawaran yang sama seperti yang diajukan kepada para kleting sebelumnya. Tidak seperti Kleting-Kleting lain, Kleting Kuning menolak dan memohon agar Yuyu Kangkang mau membantunya tanpa harus mengajukan syarat yang aneh-aneh. Yuyu Kangkang sendiri tetap gigih menolak, hingga akhirnya Kleting Kuning memukulkan cambuknya ke sungai. Seketika, air sungai perlahan-lahan surut. Hal itu membuat Yuyu Kangkang ketakutan dan ia jadi terburu-buru menyeberangkan Kleting Kuning, bahkan mengantarkannya sampai ke kediaman Ande Ande Lumut. Di kediaman sementara Sang Pangeran, Kleting Abang, Biru, dan Ijo maju satu persatu, tetapi tidak ada yang mampu meluluhkan hatinya. Malahan, Pangeran Kusumayuda hanya tersenyum ketika melihat ketiga Kleting sambil berkata, “Putri Nyai cantik-cantik, tapi aku tidak akan memilih seorang pun dari mereka karena mereka bekas si Yuyu Kangkang.” Sesaat kemudian, Kleting Kuning masuk dan ternyata Ande Ande Lumut sudah mengetahuinya. Ia pun meminta pengawal untuk membawa Kleting Kuning maju ke hadapannya. “Aku memilih gadis ini sebagai permaisuriku,” begitu ujarnya. Semua orang terkejut, terlebih jika melihat penampilan Kleting Kuning yang kusut seperti tak terurus. “Gadis ini lulus ujian karena menolak untuk mencium Yuyu Kangkang,” terang pangeran yang menyamar itu. Segera sesudah itu, Ande Ande Lumut membongkar samarannya dan Kleting Kuning pun sama. Dengan cambuk sakti pemberian burung bangau, ia mengubah dirinya menjadi sosok yang cantik jelita. Di saat itulah keduanya menyadari bahwa yang ada di hadapan keduanya adalah kekasih hati mereka. Pertemuan itu membuat keduanya berjanji untuk selalu hidup bersama dan bahagia. Unsur Intrinsik dari Kisah Ande Ande Lumut Sumber Ande Ande Lumut – Serba Jaya Bukan hanya naskah berisi sinopsis seperti di atas, artikel cerita rakyat Ande Ande Lumut yang semula dituturkan dalam bahasa Jawa ini juga memuat unsur-unsur intrinsik. Di antaranya meliputi tema, penokohan, latar, alur, serta pesan moral yang terdapat di dalamnya. Berikut uraiannya! 1. Tema Tampaknya, kamu pun sudah bisa menebak bahwa kisah ini bertemakan cinta sejati dan kesetiaan. Kedua tokoh utama walau sempat terpisah di awal, pada akhirnya kembali dipersatukan oleh takdir dan kasih sayang yang masih dimiliki satu sama lain. 2. Tokoh & Perwatakan Sosok Pangeran Kusumayuda dan Dewi Candrakirana digambarkan sebagai orang yang baik hati dan setia. Bahkan, mereka sama-sama tidak sungkan menyamar menjadi warga biasa yang miskin walau aslinya merupakan seorang bangsawan. Tokoh antagonis dalam cerita ini ialah Nyai Intan dan ketiga putrinya. Mereka digambarkan sebagai orang-orang yang tamak dan rela melakukan apa saja demi mendapatkan yang diinginkan, misalnya saat mereka mencium Yuyu Kangkang untuk menyeberangi sungai. 3. Latar Latar cerita rakyat Ande Ande Lumut diperkirakan dekat dengan wilayah Kediri, Jawa Timur. Setting sungai tempat Yuyu Kangkang berada disebut-sebut merujuk pada Sungai Bengawan Solo yang alirannya membentang di sebagian wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur. 4. Alur Cerita Alur yang dipakai dalam kisah ini adalah maju. Kisahnya diceritakan secara runtut mulai dari pernikahan Pangeran Kusumayuda dan Dewi Candrakirana, perpisahan mereka, kemudian pertemuan kembali keduanya yang berakhir bahagia. 5. Pesan Moral dari Cerita Rakyat Ande Ande Lumut Ada lebih dari satu pesan moral yang dapat dipetik dari kisah ini. Pertama, yaitu pesan agar seseorang hendaknya tetap setia dan teguh pada pendiriannya, serta tidak mudah terpengaruh oleh orang lain. Kedua, seseorang tidak diperkenankan bersikap tamak hingga menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Seperti yang dialami oleh Nyai Intan dan para putrinya yang gagal mendapatkan hati seorang pangeran, ketamakan memang tidak memberikan manfaat apa pun dalam hidup manusia. Di sisi lain, dongeng ini juga memiliki unsur-unsur ekstrinsik yang berada di luar cerita. Unsur-unsur tersebut meliputi latar belakang masyarakat tempat di mana kisah itu diduga terjadi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Fakta Menarik Cerita Rakyat Ande Ande Lumut 1. Punya Lebih dari Satu Versi Cerita rakyat Ande Ande Lumut mempunyai sejumlah versi. Yang pertama adalah versi tradisional, di mana kisahnya dikaitkan dengan bersatunya Kerajaan Jenggala dan Kediri seperti yang kami uraikan di sinopsis di atas. Sementara dalam versi lainnya, kisah ini sekadar dianggap sebagai legenda biasa. Di versi yang berbeda lagi, tokoh utama yang terlibat bahkan disebut bernama Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji, bukan Pangeran Kusumayuda dan Dewi Candrakirana. Lebih lanjut, sebagian besar masyarakat yang mengenal cerita ini menganggap kalau kisahnya berasal dari Jawa Tengah, tetapi sebagian lagi menyebut dari Jawa Timur. Namun, pada dasarnya legenda yang satu ini memang cukup terkenal di Jawa Tengah dan Jawa Timur. 2. Diadaptasi ke Berbagai Media Terlepas dari asal ceritanya, kisah tentang Ande Ande Lumut dan Kleting Kuning ini sudah diadaptasi ke berbagai media. Bahkan, kisahnya banyak ditemukan dalam buku seri dongeng untuk anak-anak usia sekolah dasar. Bukan itu saja, legenda ini juga sempat diceritakan ulang di majalah-majalah dan diangkat ke layar kaca. Salah satunya dalam sinetron produksi MD Entertainment yang ditayangkan di SCTV pada tahun 2005. Lebih dari itu, ada pula kisah yang diceritakan dan direkam dalam bentuk kaset yang dibuat oleh Sanggar Prativi. 3. Makanan Ande Ande Lumut’ Di Solo, ande-ande lumut bukan hanya membuat orang memikirkan soal cerita rakyat, tetapi juga jajanan tradisional. Di sana, ada olahan singkong dengan santan yang rasanya manis dan teksturnya kental yang dinamakan ande-ande lumut. Sudah pernah coba? Puas Membaca Legenda Ande Ande Lumut dari Jawa Timur Ini? Bagaimana? Bukankah kamu mendapatkan banyak informasi yang mungkin belum kamu ketahui setelah menyimak cerita yang kami paparkan di atas? Jika dirasa cukup, kamu sudah bisa membagikannya kepada anak, keponakan, atau siapa pun yang kamu kenal, lho. Untuk semakin menambah wawasan, baca pula kisah legenda lainnya yang sebagian telah kami sediakan di sini. Beberapa di antaranya, seperti kisah Tangkuban Perahu, Roro Jonggrang, Cinderella, dan masih banyak lagi. PenulisArintha AyuArintha Ayu Widyaningrum adalah alumni Sastra Indonesia UNS sekaligus seorang penulis artikel nonfiksi yang juga punya banyak jam terbang menulis fiksi, seperti cerpen dan puisi. Terkadang terobsesi menulis skrip untuk film atau sinema televisi. Punya hobi jalan-jalan di dalam maupun luar negeri. EditorNurul ApriliantiMeski memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Pertanian dari Institut Pertanian Bogor, wanita ini tak ragu "nyemplung" di dunia tulis-menulis. Sebelum berkarier sebagai Editor dan Content Writer di Praktis Media, ia pun pernah mengenyam pengalaman di berbagai penjuru dunia maya.